Gangguan stres paska trauma atau PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) adalah gangguan jiwa yang dipicu oleh peristiwa yang menakutkan dan membahayakan. Yang bersangkutan mengalami peristiwa tersebut atau menyaksikannya.

 

Peristiwa traumatis yang bisa menjadi pemicu munculnya PTSD adalah :

– perundungan (bullying)

– perang

– kekerasan dalam rumah tangga

– perampokan, pencurian

– kecelakaan

– bencana alam

– ancaman

– kekerasan/pelecehan verbal, fisik dan seksual

– penculikan

– kebakaran

– bom

– dll

 

Tanda dan Gejala PTSD pada anak :

– Mengompol

– Perilaku regresi, tiba tiba sulit bicara

– Selalu ingin menempel pada orang terdekat

– Tiba tiba menangis tanpa sebab yg jelas

 

Tanda dan Gejala PTSD pada orang dewasa :

  1. Stressor

Mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis

 

  1. Ingatan akan peristiwa traumatis

Teringat atau seperti mengalami kembali peristiwa traumatis tersebut, muncul dalam bentuk ingatan, mimpi buruk atau flashback yang menimbulkan reaksi emosi yang tidak nyaman

 

  1. Penghindaran

Berusaha menghindari situasi, keadaan, berita yang dapat memicu ingatan akan peristiwa traumatis yg dialami.

 

  1. Gejala pikiran dan perasaan

– kehilangan minat terhadap aktivitas sehari hari

– isolasi diri, tidak mau bersosialisasi

– perasaan negatif terhadap diri sendiri dan orang lain

– Sulit menemukan pikiran dan positif terhadap diri sendiri dan orang lain

– Sulit mengingat secara detail peristiwa traumatis yg terjadi

– Menyalahkan diri sendiri dan orang lain

 

  1. Gejala perilaku yang reaktif

– Mudah tersinggung dan perilaku agresif

– Gangguan tidur

– Masalah fokus dan konsentrasi

– Perilaku berisiko dan berbahaya

– Waspada yang berlebihan

– Mudah kaget

 

  1. Gangguan Fungsi Kehidupan

Gejala gejala tersebut menimbulkan penderitaan dan mengganggu fungsi serta kehidupan sehari hari.

 

  1. Durasi Waktu

Apabila gejala gejala tersebut terjadi 1 bulan atau lebih maka diagnosis Gangguan Stres Paska Trauma (PTSD) dapat ditegakkan

 

Terapi Gangguan Stres Paska Trauma (PTSD, Post Traumatic Stress Disorder):

 

  1. Psikoterapi :

– CBT (Cognitive Behavior Therapy)

– PET (Prolonged Exposure Therapy)

– EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing)

 

  1. Medikasi :

Obat anti depresan dan anti ansietas akan sangat menolong mengurangi dan menghilangkan gejala

 

  1. Terapi TMS (Transcranial Magnetic Stimulation)

Pemberian stimulasi gelombang elektromagnetik di kepala akan meningkatkan fungsi sel saraf otak

 

  1. Terapi Neurofeedback

Melatih gelombang otak (delta, tetha, alpha, beta) agar kembali seimbang dan normal

 

  1. Support system dari keluarga, teman dan lingkungan

 

Apabila menemukan gejala gejala gangguan stres paska trauma, segeralah berkonsultasi ke profesional kesehatan jiwa seperti Psikiater untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat

 

☆LaKe☆

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here