Hari Raya Idul Fitri di tengah Pandemi yang dirayakan oleh umat muslim tahun ini kembali harus menyesuaikan dengan situasi yg ada. Berbagai protokol kesehatan yang tidak memperbolehkan kerumunan, keramaian, mudik tidak membuat esensi Hari Lebaran ini berubah.  Tradisi lebaran tetap ada hanya berubah caranya. Banyak masyarakat yang kemudian menyesuaikan diri dengan perubahan ini dan tetap menikmati proses serta maknanya, meski ada yang kurang nyaman melakukannya. Perubahan tradisi, gaya hidup, sikap, dan perilaku lainnya juga sudah mulai dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 ini. Sekolah dari rumah (SFH), bekerja dari rumah (WFH), ibadah online, seminar/rapat online, PSBB (pembatasan sosial berskala besar), dll adalah berbagai upaya perubahan perilaku yang dilakukan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang, mencoba berdamai, hidup harmonis dengan Corona. Seperti kemenangan saat lebaran dalam mengalahkan hawa nafsu, semangat yang sama juga menjadikan waktu ini adalah momentum terbaik untuk merubah gaya hidup kita agar dapat menang atas diri sendiri dalam menghadapi virus corona.

 

Sebuah gaya hidup baru …. “Tatanan Normal Baru”

 

■ TAHAPAN PERUBAHAN PERILAKU

 

Setiap perubahan memiliki tahapan yang perlu dikenali dan dijalani, tahapan suatu perubahan perilaku / gaya hidup dikenal dengan “The Cycle of Change” yaitu :

 

  1. Prekontemplasi :

Tidak ada keinginan untuk berubah dan memulai sesuatu yang baru. Tetap dengan pola perilaku yang sama meskipun membawa kerugian/berbahaya.

 

  1. Kontemplasi :

Mulai menyadari adanya masalah akibat pola perilaku yang lama tetapi belum ada komitmen untuk mulai melakukan perubahan perilaku.

 

3, Persiapan :

Menganggap bahwa melakukan perubahan perilaku adalah hal yang baik dan akan bisa menyelesaikan masalah. Di fase ini dimulai perencanaan perencanaan untuk melakukannya.

 

  1. Aksi :

Dimulailah perubahan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari hari secara aktif.

 

5, Pemeliharaan :

Perilaku baru yang sudah dilakukan dipertahankan (New Normal Life) dan menggantikan perilaku perilaku yang lama.

 

  1. Relaps :

Kembali kepada perilaku yang lama dan menyebabkan kerugian serta bahaya.

 

Perubahan perilaku ini berlangsung dalam bentuk spiral dan bisa bergeser dari satu fase ke fase berikutnya secara maju atau mundur.

 

■ FAKTOR FAKTOR YG BERPENGARUH

 

Apa saja yang mempengaruhi perubahan perilaku / gaya hidup (New Normal) ?

 

  1. Beliefs (Keyakinan, sesuatu yang dipercaya)

– Spiritual

– Moral

– Sosial

– Intelektual

– Ekonomi

– Politik

 

  1. Values (Nilai-nilai umum yg mempengaruhi seseorang dalam bersikap)

– Kebebasan

– Kejujuran

– Kegembiraan / kebahagiaan

– Kesetaraan

– Harmonis

– Keindahan

– Kompetisi

– dll

 

  1. Attitudes (Sikap yang diambil dalam kehidupan sehari hari)

– Kognitif : apa yang diyakini, dipercaya, persepsi

– Afektif : perasaan yang dirasakan

– Perilaku : Kebiasaan yang dilakukan

 

■ TUJUAN PERUBAHAN PERILAKU

 

Sikap perilaku yang terbentuk ini punya tujuan yaitu :

 

  1. Ego-defensive : menuruti keinginan ego diri sendiri, harga diri

 

  1. Value-expressive : ekspresi nilai nilai yang dimiliki

 

  1. Instrumental : cara untuk mendapatkan penerimaan sosial, penghindaran dari penolakan

 

  1. Knowledge : sebagai pengetahuan untuk mengorganisasi kehidupan yang dijalani.

 

■ LANGKAH LANGKAH PERUBAHAN PERILAKU

 

Langkah-langkah untuk memulai pola perilaku/gaya hidup yang baru (New Normal Life) :

 

  1. Pikirkan dan tuliskan satu atau beberapa kebiasaan baru yang akan dilakukan.

 

  1. Berkomitmen untuk melakukannya setiap hari, terus berusaha meski belum sempurna.

 

  1. Bangun kebiasaan baru tersebut dengan kebiasaan rutin yang sudah dilakukan, misal memakai masker saat di jalan, di sekolah, tempat kerja, mencuci tangan setiap habis memegang benda, menjaga jarak dari orang lain di manapun berada, dll.

 

  1. Start Low Go Slow, mulailah dengan hal yang sederhana dan mudah dilakukan, kemudian tingkatkan perlahan lahan sampai terbentuk perilaku baru yang optimal.

 

  1. Bersiap untuk tantangan, hambatan dan ancaman yang mungkin muncul. Fokus bahwa perubahan perilaku ini adalah untuk tujuan yang lebih baik.

 

  1. Bagikan kepada orang lain mengenai perubahan perilaku yang sudah dilakukan sehingga bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya dan perilaku baru ini (New Normal) menjadi kebiasaan baru yang dilakukan oleh semua orang.

 

  1. Berikan apresiasi (reward) setiap kali kita berhasil melakukan suatu perilaku yang baru setiap harinya, berikan juga apresiasi pada orang lain, ini akan menjadi penguatan (reinforcement) sehingga perilaku baru tersebut semakin kuat bertahan.

 

  1. Integrasikan pola perilaku baru tersebut menjadi bagian integral dalam hidup kita.

 

Merubah pola perilaku kita bukanlah hal yang mudah, TAPI mungkin untuk dilakukan, karena kita tahu PERUBAHAN ini untuk dunia yang lebih baik.

 

Virus Corona adalah “WAKE UP CALL” bagi kita semua dalam membangun tatanan dunia dan kehidupan yang lebih baik.

 

“And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.” (Roman)

 

☆LaKe☆

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

– Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial

RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here