Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD, Obsessive Compulsive Disorder) adalah gangguan jiwa yang umum, kronis dan berkepanjangan. Orang yang mengalaminya memiliki pikiran, ide, impuls yang berulang dan tidak bisa dikendalikan (obsesi) disertai dengan perilaku yang berulang ulang (kompulsi)

 

Tanda dan Gejala :

 

Terdapat 2 komponen tanda dan gejala dari Gangguan Obsesif Kompulsif yaitu : Obsesi dan Kompulsi

 

Obsesi : Pikiran, dorongan, ide, impuls yang berulang yang menimbulkan kecemasan.

Contoh : Takut terkontaminasi, keinginan terlarang terkait seksual, agama, perilaku agresif terhadap orang lain atau diri sendiri, pikiran harus simetris, teratur, sempurna

 

Kompulsi : Tindakan, perilaku berulang ulang yang dirasakan harus dilakukan sebagai respon untuk meredakan pikiran obsesif yang muncul.

Contoh : Membersihkan, mencuci tangan berulang ulang, mengatur sesuatu dengan presisi, tepat, sesuai urutan, memeriksa sesuatu, mengunci pintu/jendela berulang ulang, menghitung berulang ulang

 

Pasien merasakan bahwa obsesi dan kompulsi yang dilakukannya tidak beralasan, tidak logis dan membuang buang waktu tapi sulit untuk tidak melakukannya meskipun sudah mencoba.

 

Obsesi dan kompulsi ini menimbulkan penderitaan (distres) bagi pasien, menghabiskan waktu lebih dari 1 jam untuk melakukannya sehingga mengganggu fungsi pekerjaan, sekolah, kuliah, dan aktivitas sosial serta relasi dengan orang lain

 

Faktor Risiko terjadinya Gangguan Obsesif Kompulsif :

– Genetik : apabila di keluarga ada gangguan jiwa atau kepribadian yang perfeksionis, ini akan meningkatkan risiko

– Gangguan fungsi dan struktur otak

– Pengalaman traumatis di masa lalu

 

Terapi Gangguan Obsesif Kompulsif :

 

Segeralah datang ke profesional kesehatan jiwa seperti psikiater agar dilakukan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui status mental dan psikologis yang bersangkutan dan diberikan terapi yang dibutuhkan. Terapi untuk gangguan obsesif kompulsif adalah :

– Psikofarmaka : obat obatan antidepresan seperti Golongan SSRI (serotonin selective re-uptake inhibitor) akan membantu meredakan dan menghilangkan gangguan ini. Biasanya dibutuhkan dosis yang agak tinggi. Obat anti psikotik juga akan membantu menghilangkan gangguan ini.

– Psikoterapi : Terapi dengan berbicara seperti Exposure and Response Prevention akan meningkatkan keterampilan pasien dalam mengatasi gangguan obsesif kompulsif ini

– TMS (Transcranial Magnetic Stimulation)

– Neurofeedback

 

Salam SEJI-GO

(Sehat Jiwa Bersama Lahargo)

 

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here