Pandemi Covid-19 belum berakhir dan kita sudah memasuki bulan Ramadhan Bulan di mana seluruh umat muslim melakukan puasa. Ramadhan kali ini kembali harus dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 yang tentunya memerlukan banyak penyesuaian dengan keadaan yang sedang dihadapi.

 

Puasa yang dilakukan adalah menahan hawa nafsu, serta menahan lapar dan haus. Tidak jarang juga ada mereka yang non muslim ikut juga berpuasa untuk menghargai mereka yang berpuasa atau karena keadaan.

 

Bila dikaji lebih mendalam, inti dari puasa adalah pengendalian diri. Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu menguasai dan mengendalikan diri terhadap dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya maupun yang datang dari luar. Jadi sebenarnya dengan melakukan puasa kita sedang melatih diri kita untuk mencapai kesehatan jiwa yang optimal. Dan kondisi kesehatan jiwa yang baik dapat meningkatkan imunitas tubuh melawan Corona.

 

Setiap orang pasti akan menghadapi keadaan sulit yang tidak diharapkan pada setiap fase kehidupannya. Dengan kesehatan jiwa yang optimal maka orang tersebut akan mampu menghadapi keadaan tersebut dan bisa tetap produktif dan berfungsi dengan baik dalam kehidupannya. Tetapi apabila stres tersebut terlalu berat dan kemampuan mentalnya kurang maka orang tersebut dapat mengalami gangguan jiwa seperti gangguan depresi, gangguan cemas dan gangguan psikotik.

 

Puasa merupakan suatu sarana untuk “detoksifikasi jiwa” karena dengan dengan melakukan puasa maka orang tersebut memiliki kekuatan ego yang besar untuk mengendalikan dirinya, kontrol diri menjadi lebih baik.

 

Berikut ini manfaat dari  puasa :

 

  1. Membuat tubuh menjadi lebih baik secara fisik dan mental.

 

  1. Membuat tubuh menjadi lebih muda dan segar

 

  1. Membersihkan badan dari berbagai toksin

 

  1. Menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.

 

  1. Lebih mampu mengendalikan seksualitas.

 

  1. Membuat imunitas/kekebalan tubuh meningkat.

 

  1. Mengendorkan ketegangan jiwa.

 

  1. Menajamkan fungsi indrawi.

 

  1. Memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri.

 

  1. Memperlambat proses penuaan.

 

Beberapa perilaku yang terbentuk pada masa-masa puasa seperti menahan diri untuk tidak marah (anger management), menahan diri untuk tidak merokok, menahan diri untuk tidak melakukan perilaku pornografi, dll adalah suatu hal yang baik.  Seperti kita ketahui bahwa perilaku-perilaku tersebut memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan jiwa maka puasa dapat dijadikan suatu momentum untuk benar-benar melakukan perubahan perilaku yang mendasar dan terus menerus.  Diharapkan dengan terjadinya suatu perubahan perilaku negatif menjadi perilaku yang positif maka kesehatan fisik dan jiwa lebih dapat ditingkatkan.

 

Menunaikan ibadah puasa di tengah wabah Covid-19 ini dapat menjadi suatu cara memerangi penyakit ini.

 

Selamat menunaikan ibadah puasa.

 

Salam sehat jiwa !

Mantap Jiwa!

 

👨‍⚕️《LaKe》

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ

 

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi RS.Jiwa Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here