(Antisipasi, Identifikasi, Atasi)

 

Pandemi Covid-19 merubah banyak hal dalam tatanan kehidupan manusia. Perubahan yang terjadi begitu cepat tidak selalu cepat juga penyesuaian yang dilakukan. Ada pelajar dan mahasiswa yg harus merubah sistem belajar dari tatap muka menjadi online dan akan tatap muka lagi, ada ibu rumah tangga yang harus full time di rumah dengan anak dan suami yg study and work from home, ada pekerja yang menurun penghasilannya dan kehilangan pekerjaan, ada dokter dan tenaga medis lainnya yang harus memakai APD dan was was setiap kali memeriksa pasiennya. Tidak semua orang  mudah dan cepat menyesuaikan diri beradaptasi dengan perubahan ini.

 

Proses dalam menyesuaikan diri dengan perubahan itu seringkali memicu munculnya konflik dalam keluarga, pasangan dan rekan kerja.

 

PENYEBAB KONFLIK :

 

  1. Relationships Conflict

▪︎Miskomunikasi

▪︎Emosi yang kuat

▪︎Stereotip

▪︎Perilaku negatif yang berulang

 

  1. Data Conflicts

▪︎Kurang informasi

▪︎Salah informasi

▪︎Perbedaan pandangan terhadap informasi

▪︎Perbedaan interpretasi terhadap informasi

 

  1. Interest Conflicts

▪︎Kompetisi terhadap minat masing masing

▪︎Perbedaan minat secara prosedural

▪︎Perbedaan minat secara psikologis

 

  1. Struktural Conflicts

▪︎Otoritas yang tidak seimbang

▪︎Kontrol yg tidak seimbang terhadap sumber daya yang ada

▪︎Kendala waktu

 

  1. Values Conflicts

▪︎Perbedaan dalam nilai, gaya hidup, norma dan ideologi

▪︎Perbedaan dalam menilai suatu ide, situasi atau keadaan

 

ESKALASI KONFLIK :

 

  1. Disagreement

(melihat dari hal yg berbeda)

 

  1. Personification

(menyalahkan)

 

  1. The problem expands

(masalah berkembang)

 

  1. Dialogue is abandoned

(menolak berdialog)

 

  1. Enemy image

(mulai menganggap sebagai musuh)

 

  1. Open hostility

(muncul perilaku kekerasan)

 

  1. Polarization

(perpisahan)

 

HUBUNGAN YANG SEHAT

 

♡ Percaya

  • Saling percaya satu dengan yang lain
  • Percaya pada kata kata, sikap dan perilaku pasangan
  • Menempatkan keraguan dengan cara yg sehat

 

♡ Terbuka

  • Menyadari dan mengakui bila ada kesalahan
  • Menyadari adanya tanggung jawab dari setiap sikap, nilai dan perilaku yg diperbuat

 

♡ Keamanan

  • Hindari intimidasi dan manipulasi
  • Jauhkan perilaku kekerasan verbal dan fisik

 

♡ Jujur

  • Berkomunikasi dengan terbuka, jujur dan apa adanya

 

♡ Dukungan

  • Saling mendukung pilihan satu dengan yang lain
  • Saling mengerti dan dimengerti
  • Mendengarkan tanpa menghakimi
  • Menghargai nilai dan opini satu dengan yg lain

 

♡ Kerjasama

  • Meminta, bukan mengharapkan
  • Menerima setiap perubahan dengan lapang dada
  • Berkompromi dan membuat keputusan bersama sama yang ‘win win solution’

 

BAGAIMANA CARA MENGHADAPI KONFLIK DALAM KELUARGA

 

  1. Antisipasi

▪︎ Hindari sikap mental reaktif, pilihlah sikap mental responsif

▪︎ Kenali berbagai perubahan yg terjadi dan persiapkan solusi nya jauh jauh hari sambil terus berproses

 

  1. Identifikasi

▪︎Kenali gejala gejala stres pada setiap anggota keluarga : Gejala fisik, gejala emosi, gejala perilaku dan gejala kognitif

▪︎ Perhatikan perubahan pada pikiran, perasaan dan perilaku yg sudah mulai mengganggu fungsi dan aktivitas sehari hari, dan juga mengganggu pola relasi dengan yang lain

 

  1. Atasi
  • Atasi konflik dengan melakukan berbagai teknik manajemen stres
  • Lakukan kegiatan bersama sama yg menyenangkan dalam keluarga, seperti: berolahraga, bernyanyi, karaoke, bermain, ibadah bersama sama, dll
  • Sampaikan apa yg menjadi konflik dengan ‘I-messages’ dan tanpa menghakimi
  • Lakukan rapat keluarga setiap minggu untuk membicarakan konflik/masalah yg muncul dan mencari solusinya
  • Humor sangat baik untuk meredakan ketegangan, bercerita hal yg lucu, nonton film komedi, bermain permainan yg seru dan konyol.

 

《LaKe》

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

 

Heart photo created by freepik – www.freepik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here