“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku?”

-Psalm

 

“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.”

– JC

 

Seorang pasien datang ke tempat praktek membawa sebuah surat konsultasi dari dokter spesialis penyakit dalam (internis) kepada psikiater yg isinya mohon mengevaluasi kondisi psikis dari pasien. Dalam wawancara didapatkan bahwa pasien ini memiliki banyak keluhan fisik yang datang tiba tiba dan menakutkan, seperti : jantung berdebar kencang, nafas pendek, kepala terasa ringan, keringat dingin, kesemutan. Pasien merasakan ketakutan yg luar biasa, cemas dan panik. Pasien sudah melakukan berbagai pemeriksaan seperti : Laboratorium, EKG, treadmill, rontgen, CT Scan, tapi tidak didapatkan kelainan apapun. Sering sekali pasien datang ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) karena gangguan yg dialaminya, setelah diperiksa dan keadaan membaik pasien diminta pulang. Beberapa kali pasien juga meminta untuk dirawat karena meski tidak ada penyakit fisik yg berarti tapi rasa khawatir dan gelisah akan munculnya kembali gangguan itu membuat rumah sakit seolah adalah tempat yg paling aman.

 

Ini yang disebut sebagai PANIC ATTACK (serangan panik).

 

Serangan Panik adalah bagian dari gangguan cemas (ansietas) yang memiliki intensitas paling berat dan berlangsung episodik. Gejala yang muncul adalah gejala psikologis dan gejala fisik.

 

Gejala “Panic Attack”

 

  1. Jantung terasa berdebar lebih kencang dan kuat
  2. Berkeringat
  3. Badan terasa bergetar, gemetar
  4. Nafas terasa pendek
  5. Perasaan tercekik
  6. Dada terasa sakit dan tidak nyaman
  7. Mual, perut tidak nyaman
  8. Pusing, sempoyongan, kepala terasa ringan, sakit kepala
  9. Merasa ada sensasi dingin atau panas
  10. Kulit terasa baal, kesemutan, nyeri otot
  11. Merasa tidak nyata, merasa bukan diri sendiri
  12. Takut mati, takut gila, takut kehilangan kontrol

 

Serangan panik ini menimbulkan ketakutan yang luar biasa, seperti serangan jantung, sekarat, seperti mau mati. Padahal sebenarnya tidak ada organ tubuh yang terganggu atau berbahaya saat serangan ini terjadi.

 

Serangan panik biasanya berlangsung 10 – 30 menit, kadang kadang ada yg berakhir setelah 1 jam. Setelah serangan panik berakhir maka penderita biasanya akan merasa biasa kembali dan bisa menjalankan aktivitas yg lain. Apabila seseorang pernah terkena serangan panik, dia juga biasanya merasa ketakutan bila harus sendirian kemana mana, takut menyetir mobil sendiri, takut keluar rumah sendirian karena ada kekhawatiran bila ada serangan lagi, tidak ada yg menolong. Rasa khawatir berada sendirian di luar rumah disebut ‘Agorafobia’.

 

Penyebab “Panic Attack”

 

Penyebab pasti serangan panik belum diketahui, tapi ada hal hal yg berhubungan  yg bisa menjadi penyebabnya:

 

  1. Genetik: bila di keluarga ada yg menderita gangguan cemas/panik maka, mereka yg memiliki hubungan darah menjadi lebih rentan untuk terkena juga

 

  1. Adanya gangguan keseimbangan zat kimia di otak (neurotransmiters)

 

  1. Stres yg sedang dialami saat ini, keinginan yg tdk tercapai, kehilangan, kekecewaan, kesedihan yg mendalam, kemarahan yg terpendam

 

  1. Riwayat trauma, pengalaman traumatik di masa lalu

 

  1. Makanan/minuman seperti: kopi, rokok, soda, alkohol dapat memicu serangan panik

 

  1. Kelelahan fisik dan psikologis/pikiran

 

Tips Menghadapi “Panic Attack”

 

  1. Fokus pada pernafasan, atur pernafasan dengan baik dan tenang. Hiperventilasi, bernafas yg cepat akan memperberat kondisi panik yg dialami

 

  1. Lakukan relaksasi otot otot yg tegang dengan melakukan mengencangkan otot kemudian mengendurkannya (progresive muscle relaxation)

 

  1. Menyadari, secara sadar merasakan bahwa ini adalah gejala serangan panik, yg tdk berbahaya bagi hidup

 

  1. Mengingat bahwa serangan panik pasti akan berakhir, biasanya 10-30 menit

 

  1. Alihkan perhatian dengan menyentuh sesuatu yg lembut, mendengarkan musik yg tenang, mencium bebauan yg enak, melihat sesuatu yg menyenangkan

 

  1. Segera berkonsultasi ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan

 

Terapi untuk “Panic Attack”

 

  1. Cognitive Behaviour Therapy, terapi pikiran dan perilaku, mengubah pikiran pikiran yg tidak rasional yg memicu serangan panik

 

  1. Medikasi, obat obatan seperti anti depresan golongan SSRI ( fluoxetine, sertraline, escitalopram, vortioxetine) dan anti cemas golongan benzodiazepin (alprazolam, lorazepam, klobazam) akan membantu mengurangi dan menghilangkan serangan panik. Obat yg diberikan harus diminum teratur, setelah membaik maka dosisnya akan dikurangi dan distop bila memungkinkan. Tidak perlu khawatir ketergantungan obat karena obat diberikan oleh profesional dan memang obat yg dibutuhkan.

 

  1. Progresive muscle relaxation, latihan relaksasi otot yg terus menerus

 

  1. Exposure therapy, pemaparan terhadap pemicu dari serangan panik

 

  1. Pola hidup sehat, olah raga teratur, makan makanan bergizi, perbanyak sayur dan buah, tidur yg cukup.

 

“PANIC ATTACK” adalah penyakit MEDIS  yang bisa dipulihkan. Disiplin dan melakukan terapi dan konsultasi adalah kunci pemulihan.

 

“Anxiety was born in the very same moment as mankind. And since we will never be able to master it, we will have to learn to live with it—just as we have learned to live with storms.”

– Paulo Coelho

 

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

– Matthew

 

No health without mental health

 

《LaKe》

 

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

-Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Marzoeki Mahdi Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here