Tsunami informasi yg bergelombang diterima oleh seseorang dapat menyebabkan munculnya overthinking, distorsi kognitif atau pikiran yg irasional dan berujung pada masalah/gangguan kejiwaan seperti cemas (ansietas). Pandemi Covid-19 yang masih terus kita rasakan beserta dengan semua dampaknya memicu munculnya pikiran yang berlebihan (overthinking).

Informasi yang kita dapatkan di tengah pandemi ini sifatnya macam macam :

– Informasi benar
– Informasi salah (hoax)
– Informasi berlebihan
– Informasi setengah salah setengah benar

Semua informasi yg diterima tersebut menjadi stimulus yg menimbulkan persepsi pikiran kognitif/ belief system atau cara seseorang berpikir.

Bagian OTAK sangat berperan dalam menerima informasi :
▪︎ neurotransmiter (zat kimia otak)
▪︎ hipokampus (memori)
▪︎ serebelum (belajar dan gerakan)
▪︎ amigdala (emosi)
▪︎ ganglia basal (kognitif, belajar, kontrol motorik, memori implisit)
▪︎ lobus frontal (working memory)
▪︎ lobus temporal (memori autobiografi dan rekognisi)
▪︎ lobus parietal (atensi, informasi sensorik, memori jangka pendek)
▪︎ lobus occipital (penglihatan dan pengenalan objek).

Banyak faktor yg dapat mempengaruhi otak dalam menerima stimulus informasi sehingga menyebabkan munculnya DISTORSI KOGNITIF, atau disebut juga OVERTHINKING, pikiran negatif atau pikiran irrasional.

Ada beberapa model cara berpikir yg berlebihan (overthinking) yaitu :

1. Catastrophic
Memikirkan hal yang lebih buruk dari yg sebenarnya terjadi. Ada sedikit keluhan/sensasi yg tidak nyaman langsung berpikir hal yang fatal, masuk ICU, susah cari RS, akan meninggal dunia.

2.Over generalization
Cara berpikir yg menggeneralisasi semua peristiwa adalah sama dari sebuah kejadian spesifik. Mendengar, membaca, menonton berita yang berbahaya, menakutkan, dan mengancam, menganggap itupun akan terjadi pada dirinya.

3. Mental Filter
Cara berpikir yg selalu berhasil menemukan sisi negatif dari berbagai peristiwa meskipun sebenarnya banyak sisi positif yg bisa dipikirkan.
Hanya memikirkan kasus yg terjadi saja dan kematian yg ditimbulkan dan mengesampingkan fakta bahwa lebih banyak kasus corona yg sudah berhasil disembuhkan

4. Should
Cara berpikir yg membuat Anda tidak nyaman, sedih, kecewa, marah karena Anda berpendapat bahwa orang lain seharusnya melakukan apa yg Anda pikirkan. Perasaan frustasi yg disebabkan karena dalam pikiran Anda yg ada adalah : harus…harus…harusnya…
Contoh : Harusnya pemerintah melakukan ini, harusnya di tempat umum ada ini, itu, harusnya orang mengikuti prokes, dll

5. Jump to the Conclusion
Cara berpikir loncat, seolah olah Anda sudah tahu apa yg akan terjadi meski belum dijalani.
Contoh : saya sudah mulai batuk batuk. demam, pasti saya sudah kena Corona! Saya bakal mati! Saya akan dijauhi orang! Saya bakal dipecat! Padahal belum tentu demikian.

Semua pikiran yg tidak rasional / distorsi kognitif / pikiran negatif di atas bila terus menerus diulang berkali kali akan menyebabkan terjadi nya RUMINASI (rumination) yang akan mengganggu fungsi otak sehingga menyebabkan munculnya STRESS dan gangguan kejiwaan seperti Cemas / Ansietas dan Depresi.

Berpikir negatif tidak pernah menghasilkan kehidupan yang positif.

Tanda dan Gejala Gangguan Cemas (Ansietas) :
▪Khawatir, gelisah, tidak tenang
▪Takut mati, takut gila, takut kehilangan kontrol
▪Tegang, panik, pikiran negatif
▪Nyeri dada, jantung berdebar lebih kencang
▪Sesak nafas, sulit bernafas, nafas terasa pendek
▪Sakit kepala, leher, kepala terasa berat/ringan
▪Mual, muntah, perut kembung, perih, diare
▪Kesemutan, keringat dingin
▪Tangan dan kaki terasa lemas, baal

Ketika kita tidak dapat mengontrol apa yang terjadi, kita tetap punya KONTROL terhadap RESPON yg kita berikan.

“Every test in our life makes us bitter or better, every problem comes to make us or break us. The choice is ours whether we become victim or victor.”

Sepertinya berpikir berlebihan (overthinking) terus menerus bukanlah pilihan yg harus dilakukan karena berbahaya bagi jiwa kita.

Mari kita mencoba berpikir POSITIF dan RASIONAL. Mencoba untuk berpikir positif/rasional memiliki banyak keuntungan, yaitu :
– perasaan lebih tenang
– stres menjadi minimal
– imunitas tubuh lebih baik
– tidur lebih nyenyak
– hidup lebih menyenangkan
– harga diri dan percaya diri lebih baik
– kesuksesan lebih dekat
– panjang umur

Cara mengatasi OVERTHINKING :

● Update tapi seimbang Terhadap berita, Udate terhadap berita di saat krisis seperti ini penting sekali tapi pastikan tidak berlebihan terutama pada berita berita yg menakutkan dan berbahaya. Pastikan sumber berita dari sumber terpercaya, hindari berita hoax atau yg tidak jelas. Perbanyak baca berita yang positif.
● Kurangi paparan yg berlebihan mengenai informasi virus corona, terutama informasi yg tdk valid/berlebihan, membuat takut
● Rubah perspektif, saat overthinking, kita hanya fokus pada hal yg negatif & mengabaikan hal hal baik yg positif yang terjadi dalam hidup kita. Mulailah melihat dalam perspektif yg berbeda, menghitung berkat yg kita dapatkan, hal hal sederhana yg bisa kita syukuri. Lakukan setiap kali kita overthinking!
● Tetal fit dan aktif, Atur pola hidup sehat seperti makanan yg bernutrisi, olah raga teratur, tidur cukup. Lakukan kegiatan rutin harian seperti bekerja, belajar, beraktivitas dengan baik, fokus pada ‘here and now”, ‘present moment’.
● Distraksi pikiran, Saat muncul overthinking segera lakukan hal yang berbeda seperti, menelepon teman/keluarga, menulis/journaling, mewarnai, mendengarkan musik, bermain dengan binatang peliharaan, berjalan di udara bebas, memasak, bermain, berdoa, beribadah, dll

Saat Pikiran negatif / distorsi kognitif ini sulit untuk dihilangkan, silahkan untuk berkonsultasi ke profesional kesehatan jiwa seperti Psikiater, Dokter, Perawat jiwa, Psikolog, Konselor, dan Pekerja Sosial untuk segera mendapatkan bantuan, seperti terapi CBT (cognitive behavior therapy) untuk merubah pikiran dan perilaku sehingga hidup menjadi lebih TENANG.

“Finally, brothers, whatever is true, whatever is honorable, whatever is just, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is commendable, if there is any excellence, if there is anything worthy of praise, think about these things.”

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. ” – Philippians

Salam SEJI-GO
(Sehat Jiwa Bersama Lahargo)

☆LaKe☆
dr.Lahargo Kembaren,SpKJ

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial
RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here