Pandemi Covid-19 adalah peristiwa traumatis yang dialami oleh setiap orang. Stres dapat terjadi pada orang yang mengalaminya dan dapat berakibat negatif pada kesehatan fisik dan jiwa. Stres tidak dapat dihindari, itu adalah bàgian hidup manusia tetapi stres dapat dikendalikan sehingga dapat negatifnya bisa dihindari.

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? ”
(Psalm)

“Stress is not what happens to us. It’s our response TO what happens. And RESPONSE is something we can choose.”

‘Stres bukanlah sesuatu yg terjadi pada kita TETAPI itu adalah respon kita terhadap sesuatu yg terjadi DAN respon tersebut adalah sesuatu yg dapat kita pilih’
(Maureen Killoran)

Kehidupan di tengah pandemi saat ini dengan berbagai perubahan yang cepat mendorong setiap orang untuk segera beradaptasi. Tidak setiap orang memiliki kapasitas dan flexibilitas yang sama dalam menghadapi masalah dan ini yang menyebabkan terjadi stres. Sebenarnya stres dalam jumlah yang kecil dan singkat bisa membuat performa kita menjadi lebih baik, contoh: stres dalam tugas di kantor membuat kita lebih giat menyelesaikan sehingga kemampuan dan keterampilan kita menjadi meningkat, stres karena akan menghadapi ujian membuat seorang mahasiswa belajar dengan lebih sungguh dan mengatur waktu sebaik-baiknya.

Jadi stres ada 2 bentuk :

1. Stres Positif (Eustress), mendorong seseorang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, mengeluarkan potensi terbaiknya.

2. Stres Negatif (Distress), saat seseorang tidak memiliki manajemen stres yang baik sehingga menyebabkan munculnya berbagai masalah psikologis yang menyebabkan terganggunya fungsi dan produktivitas.

Setiap orang akan memberikan respons stres yang berbeda dalam menghadapi stresor yang terjadi dalam hidupnya. Respon stres ini sebenarnya bertujuan menyelamatkan kita, memberikan kita kesiapsiagaan dalam menghadapi suatu tantangan.

Pada saat sedang stres, tubuh mengeluarkan berbagai hormon seperti kortisol dan adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan kuat, meningkatkan aliran darah, mengencangkan otot-otot, dan menyiagakan seluruh panca indera. Ini semua terjadi bertujuan agar kita siap menghadapi ancaman/tantangan yang ada di depan kita. Ini membuat kita kuat berdiri saat presentasi, membuat kita bisa lebih konsentrasi dalam belajar daripada menonton TV, membuat kita berlari lebih kencang dalam sebuah perlombaan. Jadi sebenarnya stres cukup baik juga ya bagi hidup kita?!

Tetapi stres ternyata juga bisa berdampak negatif apabila terjadi dalam porsi yang lebih besar dan waktu yang lebih lama serta kurangnya baiknya manajemen stres yg dimiliki oleh seseorang. Tidak jarang stres yg berdampak negatif ini berujung pada masalah/gangguan kejiwaan.

Berikut ini adalah gejala-gejala STRES, yaitu :

1. Gejala kognitif :

a. Masalah memori
b. Sulit berkonsentrasi
c. Membuat keputusan yang buruk
d. Hanya melihat dari sudut pandang yang negatif
e. Rasa cemas terhadap berbagai hal yang terus menerus muncul

2. Gejala fisik :

a. Gatal/nyeri di berbagai bagian tubuh
b. Diare / sulit buang air besar
c. Mual dan pusing
d. Nyeri dada dan jantung berdebar
e. Hasrat seksual yang menurun
f. Terasa dingin di ujung jari

3. Gejala emosi :

a. Mood yang labil
b. Mudah emosi/marah/tersinggung
c. Gelisah, tidak bisa tenang
d. Merasa sendirian dan terisolasi
e. Depresi, sedih, perasaan tidak gembira

4. Gejala perilaku :

a. Nafsu makan meningkat / menurun
b. Sulit tidur / terlalu banyak tidur
c. Tidak mau bersosialisasi/bergaul
d. Menunda-nunda pekerjaan dan tanggung jawab
e. Menggunakan alkohol, merokok, narkoba untuk mencoba rileks
f. Perilaku cemas: menggigit kuku, mondar mandir, melirik kiri kanan

Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas berarti, gejala negatif stres sedang menghinggapi kita. Ini hal yang kurang baik, ada yang tidak pas dengan keseimbangan mental kita dan perlu dilakukan intervensi agar bisa kembali normal. Manajemen stres adalah cara kita menghadapi dan mengelola stresor yang sedang kita hadapi, yang dapat dilakukan dengan cara :

KIAT Mengelola Stres :

▪︎Lakukan olah raga yang teratur 30 menit setiap hari
▪︎Makan makanan yang sehat dan bergizi, hindari makanan dengan banyak bumbu penyedap, pengawet dan pewarna yang berlebihan. Perbanyak makan sayur, buah dan ikan. Jauhi junk food.
▪︎Tidur yang cukup setiap harinya, 6-8 jam
▪︎Miliki sudut pandang yg positif terhadap berbagai hal
▪︎Lakukan diet media sosial, games dan internet
▪︎Miliki teman dan komunitas yang suportif
▪︎Beribadah dan berdoa akan membuat kita merasa tenang dan jauh dari stres

Strategi 4A Menghadapi Stres :

1. Avoid (hindari) : apabila memungkinkan kita hindari sumber stresor yang menyebabkan kita stres.

2. Alter (rubah) : apabila kita tidak bisa menghindarinya maka kita bisa coba merubahnya, coba libatkan orang lain dalam menghadapi stresor yang sedang kita hadapi, atur prioritas, delegasikan tugas

3. Adapt (beradaptasi) : Saat stresor tidak bisa dihindari dan dirubah maka kita bisa mengatur respon kita terhadap stresor tersebut ke arah yang lebih positif. Fokus pada hal-hal yang menggembirakan dan menyenangkan dari pekerjaan kita tersebut

4. Accept (terima) : belajar untuk menerima suatu keadaan dalam hidup kita meski itu rasa menyakitkan dan menyedihkan, tetapi itulah bagian warna warni kehidupan kita. Pelajari hikmah yang kita dapatkan dari kejadian ini. Hidup tidak selalu menang, berhasil, bahagia TETAPi kalah, gagal dan sedih adalah juga bagiannya.

Teknik GROUNDING untuk Mengatasi Stres:

Teknik ‘Grounding’ membuat kita fokus pada keadaan sekitar kita, ‘here and now’, ‘present moment’ dan membuat kita terlepas dari pikiran dan perasaan yang berat.

Langkah-langkah :

▪︎ Lihat, fokus, tunjuk dan sebutkan
5 benda yang ada di sekitarmu
▪︎Sentuh, raba dan rasakan dgn tangan
4 benda yang ada di dekatmu
▪︎Dengarkan dgn telinga dan sebutkan
3 suara yang ada di tempatmu
▪︎Tarik nafas dan hirup udara, sebutkan
2 aroma/bau yg dirasakan hidungmu
▪︎Makan permen/roti/minum teh&sebutkan
1 rasa di lidah, mulut dan bibirmu

Mari kita kenali gejala stres dan lakukan manajemen stres yang baik agar hidup tetap bisa berwarna dan ceria. Semangat menjalani hidup dan jauh dari efek negatif stres. Salam sehat jiwa

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
(Matthew)

Salam SEJI-GO
(Sehat Jiwa Bersama Lahargo)

☆LaKe☆
dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater
RS.Jiwa. dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here